GROUP EXHIBITION

To the Soul

September 7, 2018 | by admin


[vc_row][vc_column width=”1/2″][vc_column_text]Artis peserta pameran :

Ivan Bestari

Ludira Yudha

Dery Pratama

Dedi Shofianto

Apri Susanto
 [/vc_column_text][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_single_image image=”26331″ img_size=”large”][vc_images_carousel images=”26329″][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]To the Soul

Tema dasar pameran “From the Hand to the Soul” menjadi salah satu topik perbincangan kami saat
pertama kali bertemu. Sebab bahasa-ibu saya adalah bahasa Minang dan bahasa Indonesia, susunan
kata dalam bahasa inggris tersebut hanya dapat saya tafsirkan secara subyektif, berupa; “dari
sebuah keterampilan/kekuatan/kebiasaan/keterlatihan “tangan” yang menuju-mencari-menggali-
menemukan-menciptakan karya seni yang memiliki “jiwa/ruh”.
Bersandar pada pandangan tersebut, saya kemudian menangkap beberapa “gambaran-maksud”
yang sedang/ingin diurai oleh Kelompok Jari dipameran ini, yaitu; Sebagai Sebuah Pernyataan,
bahwa; meskipun berkelompok, masing – masing mereka berani untuk memilih-material yang
“berbeda” sebagai “bahasa-visual” yang khas. Sekaligus secara eksplisit, juga menegaskan (atau,-
berusaha untuk) atau mempertontonkan kemampuan teknik yang telah mereka capai (berkaitan
langsung dengan cara/perlakuan/pengolahan material yang digunakan).
Selanjutnya, Sebagai Sebuah Pertanyaan. Gambaran-maksud sebagai sebuah pertanyaan sejatinya
diperuntukkan bagi diri mereka sendiri (Kelompok Jari). Pertanyaan yang dapat menjadi “pagar-diri”.
Yaitu; tentang bagaimana menjaga spirit, tekad atau kemauan, dan kesungguhan (nilai; jujur) untuk
menciptakan karya seni rupa (yang memiliki “ruh”)?. Setidaknya, bisa dilihat sebagai sebuah cermin
dari “proses-berkelanjutan” penciptaan karya seni oleh seniman. Selalu belajar, mempelajari dan
menikmati apa yang sedang dipelajarinya, dan sekaligus ber-siap untuk mempelajari hal berikutnya
dengan kesungguhan.
Terakhir, Sebagai Sebuah Peristiwa, bahwa; pameran ini adalah sebuah “petanda” bahwa masing –
masing seniman SEJENAK telah “menemukan-sesuatu” yang kemudian dianggap sebagai karya seni
rupa (fine art), ukurannya tentu terletak pada subyektifitas seniman. Saya percaya “sesuatu”
tersebut telah melewati fase pencarian, penggalian, eksplorasi, bahkan eksperimen – eksperimen di
“ruang-personal” penciptaan karya seni masing – masing seniman. Sehingga kemudian karya seni –
karya seni tersebut pantas untuk dihantarkan ke “ruang-publik”, menjadi “aktor-utama” dalam
peristiwa pameran yang bertajuk To the Soul ini.
Di-sisi pemikiran yang lain, gambaran-maksud realitasnya tidak se-kaku kalimat ungkapan di atas.
Sebab, saat berkunjung dan berdiskusi ke studio masing – masing seniman saya menemukan
suasana yang hangat, berbincang santai dan tak jarang canda tawa menjadi “koor” bersama kami.
Dibalik kehangatan itu, sebenarnya banyak menyeruak pertanyaan – pertanyaan, perdebatan dan
pernyataan kritis dari seniman. Ada dua hal yang saya dapatkan ketika melakukan pertemuan –
pertemuan tersebut (dengan teknik waktu yang random). Pertama; Sadar ataupun tidak disadari,
sebenarnya mereka mengetahui; untuk mewujudkan ide dan gagasan (mereka miliki) menjadi karya
seni rupa akan diiringi oleh konsekuensi – konsekuensi logis. Oleh karena itu bekerja lebih keras
menjadi salah satu solusi atas hal tersebut. Hal ini tampak dari kondisi studio masing – masing
mereka saat itu, terlihat beberapa karya seni – karya seni yang sudah finish, dan beberapa yang
masih dalam proses pengerjaan (kecuali Deri Pratama, disebabkan dia baru pindah rumah/studio).
Bagi saya ini adalah fakta yang tidak disampaikan secara verbal. Kedua; Jarang sekali terlontar
“keluhan”, kalaupun ada, – berkutat pada persoalan bagaimana memahami karakteristik material,
mencari sajian-visual yang terbaik, dan terkait aplikasi teknik dalam penciptaan karya seni. Menurut
hemat saya, kesadaran ini (yang bisa saja tidak disadari) yang membuat mereka tetap “bermain –
main dengan serius”, “naskah-besar” dari peristiwa pameran di RuangDalam Arthouse ini.[/vc_column_text][vc_images_carousel images=”26329,26330,26331″ img_size=”5500″ speed=”3000″ autoplay=”yes” wrap=”yes”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_basic_grid post_type=”post” max_items=”10″ style=”pagination” items_per_page=”12″ element_width=”6″ item=”basicGrid_FadeInWithSideContent” grid_id=”vc_gid:1539750177693-646e567f-b4fe-8″ taxonomies=”86″][/vc_column][/vc_row]

Mini Seksi #1
OTAK KANAN
Spread The Art...