Artist

MiniSeksi #1 “+Sir”

February 27, 2019 | by admin


“MiniSeksi #1 +Sir”; Ajang Silaturahmi kreatif seniman Batu-Yogyakarta

BATU, 23 FEBRUARI  2019 –  Seni adalah bahasa universal. Mampu melebur sekat-sekat perbedaan. Sanggup  jadi perekat tali silaturahmi, baik antar seniman maupun antar karya dan para penikmatnya.
Kiranya itu yang jadi dasar dihelatnya pameran seni rupa bersama para perupa di Batu, Jawa Timur  dan  Yogyakarta.
Pameran bertajuk “MiniSeksi #1 +Sir” ini merupakan hasil kerjasama RuangDalam Art House Yogyakarta dengan  di Studio Jaring, Batu.
Bayu Whardana, curator  in house RuangDalam yang juga bertindak mengkuratori “MiniSeksi #1 +Sir” mengatakan pameran ini merupakan bagian dari program pameran tahuanan “Miniseksi#1” yang digelar perdana  di  RuangDalam Art House pada penghujung tahun lalu
“MiniSeksi #1 +Sir ini, sedianya merupakan ide spontan yang langsung disambut oleh Iwan Yusuf, seniman yang juga pemilik Studio Jaring di Kota Batu, Mas Iwan lantas mengundang beberapa seniman di kotanya untuk ikut berpartisipasi,” katanya.
MiniSeksi bukan hanya  memamerkan karya – karya seni  berukuran kecil. Tapi lebih jauh, mencoba meletakkan pengertiannya pada; sebuah cara atau “perspektif” untuk melihat karya seni rupa yang berukuran kecil dengan “lanscape-nilai” yang “khas” sesuai dengan “keunikan” karya – karya tersebut.
Menurutnya, pada  periode Boom Seni Rupa Indonesia ke-3 di dekade 2000-an. Karya – karya ukuran kecil seolah  tidak mendapatkan tempat  semestinya. Umumnya,  pemberian predikat terhadap karya seni kontemporer terletak pada “kecenderungan visual tertentu” dan ukuran, yang harus besar atau gigantik.
“Memang anggapan ini tidak akan menemukan predisposisi yang konkret. Namun faktanya, sebagian besar seniman (maupun pelaku/apresian seni lainnya) beramai – ramai mempraktikkan kecenderungan tersebut,” katanya.
Karya yang berukuran kecil, lanjutnya, cenderung ditempatkan sebagai “Gift”; kado saat pembukaan, atau malah sebagai bonus dari perilaku transaksional. Sekonyong – konyong karya seni rupa dengan ukuran kecil menjelajahi realitasnya yang belum tuntas hingga saat ini.
 Adapun  “MiniSeksi #1 +Sir”  sendiri, merupakan judul yang diracik dan disepakati bersama oleh para seniman   yang  ikut berpatisipasi dalam pameran ini. Di balik kesan santai, namun pameran ini  berusaha digarap serius. Seniman yang diundang, diseleksi  karyanya secara ketat oleh seniman yang ditunjuk sebagai tim seleksi, yakni  Gusmen Heriadi (Yogyakarta) dan Gatot Pujiarto (Malang).
MiniSeksi #1 +Sir”  digelar di Studio Jaring, Batu selama sebulan, 23 Februari-23 Maret 2019 dan terbuka untuk umum.
Pameran  diikuti oleh 18 seniman , yakni Gusmen Heriadi,  Suharmanto, Klowor Waldiono, Agung Santosa, Yaksa Agus, Agus Putu Suyadnya, Dias Prabu, Desy Gitary, Oky Antonius, Syam Terrajana, Herru Yoga, Ridho Scoot (Yogyakarta) dan Iwan Yusuf, Isa Ansory, Suwandi Waeng, Anwar, Watoni, Hendung Tunggal Djati (Batu)
Pameran ini menyuguhkan karya dengan perspektif yang kaya, baik dari segi teknik dan  konten sesuai kecenderungan masing-masing seniman. Dari komposisi peserta, pameran ini juga dengan leluasa “mengoplos” seniman. Mulai dari mereka   yang terhitung sebagai established artist dan sudah memiliki jam terbang tinggi   hingga mereka yang tercatat baru memulai  karir kesenirupaan.
“Pameran ini dari kita, oleh kita, dan dipersembahkan untuk masyarakat luas,” ujar Gusmen Heriadi, seniman yang menjadi tim seleksi sekaligus pemilik RuangDalam Art House Yogyakarta.
Iwan Yusuf, seniman dan pemilik Studio Jaring, Batu berharap   “MiniSeksi #1 +Sir ini mampu jadi penghubung senirupa. Tidak hanya untuk antar seniman, tapi juga dengan masyarakat.
“Semoga suatu waktu kelak,  ini  mampu  dibalas oleh seniman Batu. Program bersama ini diharap dapat jadi  ajang +Sir silahturahmi kesenian yang kreatif dan produktif,” tutupnya.(*)
Narahubung:
Elsa Izaty ( Manager Studio Jaring, Batu) +6285755514149
Gilang  Soeprapto (Manager RuangDalam Art House, Yogyakarta) +6282243497991
Photos taken by: RDAH Management & Studio Jaring
Pameran Mata Angin
DEEP SKIN SKIN DEEP Dalam Perspektif Raihul Fadjri Faniska
Spread The Art...