Artist

DEEP SKIN SKIN DEEP Dalam Perspektif Raihul Fadjri Faniska

January 28, 2019 | by admin


[vc_row][vc_column width=”1/2″][/vc_column][vc_column width=”1/2″][vc_single_image image=”26311″ img_size=”large”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]BENTURAN GUSMEN | Kontradiksi tampak menjadi tantangan dalam khasanah artistik Gusmen Heriadi. Pelukis kelahiran Pariaman, Sumatra Barat, 44 tahun lalu, ini mengeksplorasi citraan yang digarap dalam bentuk datar (flat) dengan citraan bertekstur, citraan abstrak dengan citraan realis pada karya lukisnya.

Gusmen memajang delapan judul karya lukis (tiap judul karya lebih dari satu panel karya lukis) pada pameran lanjutan bertajuk Deep Skin Skin Deep di ruang pamer miliknya, Ruang Dalam Art House di Yogyakarta, 18 Januari – 1 Maret 2019. Pada karya lukis bertajuk Estetika Warna#1 (2017) yang terdiri dari dua panel dengan pola bentuk yang sama, Gusmen memadukan bentuk abstrak geometris berupa garis-garis melengkung dalam berbagai corak warna yang datar dengan bentuk abstrak ekspresif bertekstur dalam ukuran yang lebih besar. Bentuk kedua ini muncul dengan warna monokrom. Hasilnya, kedua bentuk itu larut dalam pola geometris tapi tetap menunjukkan kekuatan masing-masing.

Yang menarik, ada permainan ilusif pada karya ini. Bentuk abstrak geometris yang datar dalam ukuran lebih kecil itu tampak sama menonjolnya dengan bentuk abstrak ekspresif yang bertekstur yang sejatinya berukuran lebih besar. Kumpulan beragam warna yang kuat dalam ukuran lebih kecil menonjolkan kesan pada mata sehingga sama kuatnya ketika mata melihat bentuk abstrak ekspresif dalam warna monokrom yang sejatinya berukuran lebih besar. “Jangan hanya memakai satu warna. Karena dalam keberagaman warna, keindahan itu ada,” tulis Gusmen pada keterangan karya ini.

Pola yang sama tapi dengan hasil benturan yang berbeda tampak pada karya bertajuk Lingkaran Bangga (2015) yang terdiri dari lima panel berupa bentuk geometris. Masing-masing panel berupa gabungan bentuk abstrak ekspresif yang bertekstur dalam ukuran paling besar, dan bentuk citraan realis mirip berbagai kulit hewan yang memiliki bentuk menarik seperti kulit buaya dalam ukuran lebih kecil. Keduanya dibalut warna monokrom. Meski bentuk citraan realis itu dalam ukuran lebih kecil, tapi dengan warna monokrom yang gelap terasa sama kuatnya dengan bentuk abstrak ekspresif yang berukuran lebih besar tapi dalam warna monokrom yang terang (putih).

Pada karyanya yang lain, unsur citraan abstrak bertekstur dengan citraan realis yang datar lebih berfungsi saling melengkapi. Seperti pada karya bertajuk Menggaris Diri (2015-2016) yang mengeksplorasi bentuk tungkai kaki manusia dan hewan. Pada karya yang terdiri dari 10 panel ini citraan kaki bagian bawah bergaya realis, sedang sebagian besar sisanya berupa garis ekspresif bertekstur dalam warna monokrom putih yang menguatkan keberadaan bentuk itu.

Eksplorasi estetik yang sama tampak pada karya berjudul Sekap-Dekap (2018) dan Suka-Luka (2018), menampilkan figur perempuan dalam bentuk realis berselimut bentuk gaun panjang bertekstur dengan corak dekoratif yang kuat. Karya ini juga didominasi warna-warna tengah yang menyenangkan mata khususnya bagi kaum perempuan.

Warna tengah tampak mendominasi karya lukis Gusmen yang mengeksplorasi bentuk-bentuk realis dan abstrak. Karya lukisnya menorehkan narasi tentang kebanggaan akan identitas manusia dan dampaknya terhadap lingkungan dan mahluk lain. Gusmen mulai menggarap bentuk tekstur pada karya lukisnya pada 2005. “Pada 2016 saya pakai lagi dengan inovasi yang baru,” katanya.

Karya yang dipamerkan ini merupakan bagian kecil dari karya Gusmen yang sudah dipamerkan di Ciptadana Center, Jakarta, 23 November-14 Desember 2018. Praktek pameran ulang di tempat dan lokasi berbeda ini suatu hal yang patut dihargai karena memberi peluang bagi publik yang lebih luas untuk menikmatinya. Praktek yang sama juga dilakukan sejumlah ruang pamer, antara lain Sarang Building di Yogyakarta milik perupa Jumaldi Alfi yang secara rutin menggelar pameran ulang dalam seri Re-Play.

RAIHUL FADJRI FANISKA[/vc_column_text][vc_images_carousel images=”26618,26619,26620,26621,26622,26623,26624,26625,26626,26627,26628,26629,26630,26631,26632,26633,26634,26635,26636,26637″ img_size=”5500″ speed=”3000″ autoplay=”yes” wrap=”yes” title=”Foto : Raihul Fadjri Faniska”][/vc_column][/vc_row]

MiniSeksi #1 "+Sir"
Program Pameran Seni Rupa Mini Seksi
Spread The Art...